Tampilkan posting dengan label SKRIPSI. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label SKRIPSI. Tampilkan semua posting

Contoh Skripsi Pengembangan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Tema Selalu Berhemat Energi

Kali Ini saya akan berbagi Contoh SKRIPSI yang berjudul Pengembangan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Tema Selalu Berhemat Energi dari awal sampai akhir.
Untuk lebih jelasnya silahkan klik LINK-LINK di bawah ini, semoga contoh SKRIPSI ini dapat dijadikan referensi dan sebagai sumber untuk pembuatan SKRIPSI :

Untuk Pembuatan SKRIPSI yang baik dan benar terdiri dari beberapa elemen diantaranya adalah sebagai berikut  : 

PERNYATAAN
KATA PENGANTAR
UCAPAN TERIMAKASIH
DAFTAR TABEL

1.      Identifikasi Masalah
D.      Tujuan Penelitian
E.       Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing
2. Pembelajaran Tematik
3. Subtema Gaya dan Gerak
4. Ringkasan Materi pada Subtema Gaya dan Gerak
5. Perencanaan Pembelajaran
B. Penelitian yang Relevan
C. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan
1. Asumsi Pengembangan
2. Keterbatasan Pengembangan
D. Kerangka Berpikir
E. Model Hipotetik
F. Spesifikasi Produk yang Dihasilkan
BAB III METODE PENELITIAN
A.  Lokasi dan Subjek Penelitian
1.      Lokasi Penelitian
2.      Subjek Penelitian
B.  Metode Penelitian
C.  Pengembangan Model Pembelajaran
D.  Definisi Operasional Variabel Penelitian
E.   Instrumen Penelitian
F.   Prosedur Penelitian
1.      Prosedur Penelitian
2.      Uji Coba Produk
3.      Revisi Produk
G.  Teknik Pengumpulan Data
1.      Tahap Pendefinisian dan Tahap Perancangan
2.      Tahap Pengembangan
3.      Tahap Penyebaran

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.  Hasil Penelitian
1.      Deskripsi Hasil Pendefinisian
2.      Deskripsi Hasil Perancangan
3.      Deskripsi Hasil Pengembangan
4.      Deskripsi Hasil Penyebaran
B.  Pembahasan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A.  Kesimpulan
B.  Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP


CATATAN :
Mohon Maaf untuk yang WARNA MERAH belum bisa di AKSES, insya ALLAH besok atau lusa akan segera diperbaiki, jadi jangan lupa Ikuti terus BLOG ini untuk bisa meng AKSES lebih lanjut......!!!

Terima Kasih atas Perhatiannya 
Salam Sukses Selalu


CONTOH KATA PENGANTAR SKRIPSI




Puji syukur hanyalah milik Allah SWT, Tuhan semesta alam yang atas limpahan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Shalawat beserta salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan shahabatnya juga semua ummat yang senantiasa mengikuti ajarannya. Aamiin.
Skripsi yang berjudul Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Berbasis Karakter pada MateriPerubahan Kenampakan Bumi dan Benda Langit ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana pendidikan dalam program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya.
Komentar dan kritik yang membangun akan diterima guna perbaikan di masa yang akan datang, karena penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari harapan. Di samping itu, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih untuk semua pihak yang telah member kontribusi dalam penyelesaian penelitian ini.
Terakhir, penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan untuk perbaikan kualitas pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran IPA dan penanaman karakter dalam pembelajaran.





Tasikmalaya,  Juni 2013


Penulis

CONTOH SURAT PERNYATAAN SKRIPSI


PERNYATAAN


Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul ”PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERBASIS KARAKTER PADA MATERI PERUBAHAN KENAMPAKAN BUMI DAN BENDA LANGIT” beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko/sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini, atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.



Tasikmalaya, 10 Juni 2014
Yang membuat pernyataan,



Nama Penyusun

Analisis Data Pada Teknik Penilaian Diri Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Di Sekolah Dasar


G.      Analisis Data
Pada hakikatnya, analisis data merupakan suatu proses mengolah data yang telah diperoleh dari hasil observasi, wawancara maupun dokumentasi pada pembelajaran bahasa Inggris di kelas IIIA SD Al Muttaqin. Analisis data pada kualitatif bersifat induktif, dimana pada dasarnya analisis data kualitatif bertujuan memahami suatu situasi menjadi bagian, hubungan antar bagian dengan keseluruhan. Sejalan dengan pernyataan tersebut, Sukmadinata (2012. Hlm 284) mengemukakan bahwa,
Data dalam peneelitian kualitatif bukan berupa angka, angka tetapi deskripsi naratif, kalaupun ada angka, angka tersebut dalam hubungan suatu deskripsi. Dalam pengolahan data kualitatif tidak ada penjumlahan data, sehingga mengarah pada generalisasi.

Dalam penelitian kualitatif, Sugiyono (2010. Hlm 336) mengemukakan bahwa, “analisis data lapangan dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah di lapangan.” Lebih lanjut Sugiyono menjelaskan bahwa “...dalam penelitian kualitatif analisis data lebih difokuskan selama proses di lapangan bersamaan dengan pengumpulan data (Sugiyono, 2010. Hlm 336).” Pada tahap analisis data, peneliti mengacu pada tiga alur analisis data menurut Miles dan Huberman.
Tahapan-tahapan berdasarkan gambar tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
a.         Data reduction
Perolehan data dari lapangan, jumlahnya akan banyak. Maka dari itu, pencatatan secara rinci dan teliti sangat diperlukan. Semakin dalam peneliti memasuki lapangan, data yang diperoleh semakin banyak, kompleks dan rumit. Oleh karena itu, peneliti perlu mereduksi data yang diperoleh.
Mereduksi pada hakikatnya adalah merangkum, memilih hal pokok, memfokuskan pada hal penting serta memilih alur dan tema kemudian membuang yang tidak perlu. Sejalan dengan pernyataan tersebut, Creswell (2010. Hlm 298) menyatakan bahwa “selama analisis ini, data disusun secara kategoris dan kronologis, diperiksa kembali berulang ulang.”
Pada akhirnya, setelah dilakukan reduksi data dapat ditemukan gambaran dan pola yang jelas sehingga mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.
b.        Data Display
Pada tahap data display/penyajian data, peneliti menyajikan data yang sebelumnya telah melalui proses reduksi terlebih dahulu. pada Tahap penyajian data pada penelitian kualitatif dapat disajikan melalui uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya.Pada tahap penyajian data, data disajikan dalam bentuk narasi/laporan kualitatif.
c.         Conclusion drawing
Langkah ketiga dari teknik analisis data menurut Miles dan Huberman adalah menarik kesimpulan atau memverifikasi data. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin bisa menjawab rumusan masalah di awal, mungkin juga tidak. Kesimpulan diharapkan dapat memberikan gambaran jelas dari rumusan masalah sebelumnya (Sugiyono, 2010).
Adapun tahap analisis data yang ditempuh oleh peneliti berdasarkan alur analisis data menurut Miles dan Huberman adalah sebagai berikut :
1.        Mentranskrip data observasi berupa video sesuai dengan pedoman observasi.
2.        Mentranskrip data hasil wawancara bersama narasumber, sehingga dapat diketahui poin-poin penting berkaitan dengan penelitian.
3.        Memilih data dokumentasi yang ada kaitannya dengan penelitian yang dilaksanakan.
4.        Menyajikan data observasi, wawancara serta dokumentasi dalam bentuk deskripsi naratif.
5.        Menarik kesimpulan dari keseluruhan data yang ditemukan di lokasi penelitian.

TEKNIK PENGUMPULAN DATA PADA TEKNIK PENILAIAN DIRI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR


F.      Teknik Pengumpulan Data
Penelitian bertujuan untuk memperoleh data dari objek yang diteliti. Oleh karena itu, teknik pengumpulan data memegang peranan penting dalam pelaksanaan penelitian untuk mendapatkan data guna mencapai tujuan penelitian yang diharapkan.
Pengumpulan data diperoleh dari beragam sumber data, cara maupun setting. Dilihat dari sumber data, peneliti mengumpulkan data dari beragam sumber yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan setting, pengumpulan data penelitian kualitatif dilakukan pada setting alamiah natural, Creswell (2010. Hlm 261) menyatakan bahwa “dalam setting yang alamiah, para peneliti kualitatif melakukan interaksi face to face sepanjang penelitian.”
 Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini, dapat dijabarkan sebagai berikut :
1.        Observasi
Menurut Creswell (2010, hlm. 267) mengemukakan bahwa “observasi pada penelitian kualitatif merupakan observasi yang di dalamnya peneliti langsung turun ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktivitas-aktivitas individu di lokasi penelitian.” Adapun tujuan dari observasi ini adalah mengamati aktivitas yang terjadi, sehingga didapatkan data berdasarkan fakta. Sebagaimana dikemukakan oleh Marshall (dalam Sugiyono, 2010, hlm. 310) bahwa “trhough observation, the researcher learn about behavior and the meaning attached to those behavior.” Pada pelaksanaan observasi ini, peneliti turun langsung ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktifitas individu di lokasi penelitian yaitu kelas IIIA SD Al Muttaqin. Pada prosesnya, peneliti merekam kegiatan pembelajaran bahasa Inggris di kelas IIIA SD Al Muttaqin. Adapun jadwal observasi dapat dilihat pada tabel berikut :
No
Hari/Tanggal
Jam ke
Alokasi Waktu
Kegiatan
1
Jum’at/ 2 Mei 2014
3-4
(08.50-10.00)
60 menit
Ulangan harian dan pembelajaran Reading
2
Senin / 12 Mei 2014
1
(08.00-08.30)
30 menit
Listening
3
Rabu/14 Mei 2014
3-4
(08.50-10.00)
60 menit
Speaking

Tabel 3.1
Jadwal Observasi

2.        Wawancara
Kegiatan wawancara dilaksanakan untuk memperoleh informasi guna melengkapi data observasi. Sejalan dengan pernyataan tersebut, Susan Stainback dalam Sugiyono (2010. Hlm 318) menyatakan bahwa,
Dengan wawancara peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang partisipan dalam menginterpretasikan situasi atau fenomena yang terjadi, dimana hal ini tidak bisa ditemukan melalui observasi.

 Pelaksanaan wawancara kepada guru bidang studi bahasa Inggris kelas IIIA dilaksanakan sepanjang penelitian berlangsung, yaitu pada tanggal 21 april – 21 Mei. Dalam melakukan wawancara dengan guru bidang studi bahasa Inggris kelas IIIA, peneliti menggunakan teknik wawancara semiterstruktur (semistructure interview).
Dalam teknik wawancara semiterstruktur (semistructure interview),  peneliti melakukan interaksi face to face secara lebih mendalam dan terbuka, sebagaimana pernyataan Sugiyono (2010. Hlm 320) bahwa
Jenis wawancara ini sudah termasuk kategori in-depth interview, dimana dalam pelaksanaannya lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat, dan ide-idenya.

Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu mendengarkan atau merekam serta mencatat hal-hal yang dikemukakan oleh narasumber. Tidak hanya itu, hal penting yang perlu diperhatikan adalah peneliti harus menciptakan hubungan yang baik (rapport) serta kepercayaan dengan narasumber. Sejalan dengan pernyataan tersebut, Susan Stainback dalam Sugiyono (2010. Hlm 326) menyatakan bahwa “rapport is a relationship of mutual trust and emotional affinity between two or more people. Establishing rapport is an important task for the qualitative research.”  
Peneliti pun melakukan wawancara dengan tujuh siswa kelas IIIA setelah proses observasi berlangsung. Penetapan jumlah siswa didasarkan pada kesediaan para siswa untuk dimintai informasi berkaitan dengan penilaian diri dalam pembelajaran bahasa Inggris.
3.        Dokumentasi
Selama penelitian, peneliti juga mengumpulkan dokumen-dokumen berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), instrumen penilaian dan foto kegiatan pembelajaran.
No
Jenis Data
Teknik Pengumpulan Data
Instrumen
Sumber Data
1.
Penilaian diri dalam pembelajaran bahasa Inggris di SD Al Muttaqin
Observasi
Lembar Observasi
Pembelajaran bahasa Inggris di kelas IIIA
2.
Penilaian diri dalam pembelajaran bahasa Inggris di SD Al Muttaqin
Wawancara bebas
Pedoman wawancara
Guru bidang studi bahasa Inggris dan 7 siswa kelas IIIA
3.
Penilaian diri dalam pembelajaran bahasa Inggris di SD Al Muttaqin
Studi dokumentasi
Check-list
Arsip pembelajaran bahasa Inggris kelas IIIA SD Al Muttaqin
Tabel 3.2
Jenis Data, Teknik Pengumpulan data, Instrumen yang digunakan

INSTRUMEN PENELITIAN TEKNIK PENILAIAN DIRI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR


E.      Instrumen Penelitian
Dalam pelaksanaan penelitian, peneliti pada prinsipnya melakukan suatu proses pengukuran, dimana dalam proses tersebut tentunya diperlukan suatu cara atau alat ukur. Alat ukur dalam penelitian dinamakan dengan instrumen penelitian. Sugiyono (2010. Hlm 148) menyatakan bahwa “instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati.”
Pada penelitian kualitatif, peneliti merupakan instumen kunci (researcher as key insrument), dengan kata lain instrumen penelitian pada penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri (Creswell, 2010. Hlm 261). Dalam hal ini, peneliti memegang peranan penting dalam menentukan fokus penelitian serta teknik pengumpulan data dalam rangka mengumpulkan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan serta membuat kesimpulan berdasarkan temuan yang ada. Sukmadinata ( 2010. Hlm 13) menyatakan bahwa
Dalam penelitian kualitatif peneliti lebur (immersed) dengan situasi yang diteliti. Peneliti adalah pengumpul data, orang yang ahli dan memiliki kesiapan penuh untuk memahami situasi, ia peneliti sekaligus sebagai instrumen.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, maka dalam penelitian ini, peneliti merupakan instrumen penelitian itu sendiri. Guna membantu pada proses pengumpulan data, peneliti menggunakan instrumen berupa pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi. Berikut ini penulis mencantumkan kisi-kisi dari pedoman observasi, pedoman wawancara serta pedoman dokumentasi.

DEFINISI OPERASIONAL TEKNIK PENILAIAN DIRI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR


D.      Definisi Operasional
Definisi operasional digolongkan ke dalam definisi personal berdasarkan kebutuhan individu dalam pelaksanaan penelitian mengacu pada kerangka teori Dalam menetapkan definisi operasional pada suatu penelitian, diharuskan untuk menentukan serta merumuskan variabel-variabel penelitian yang akan melahirkan indikator-indikator dari setiap variabel dimana indikator-indikator tersebut akan dijabarkan dalam instrumen penelitian. Sugiyono (2010. Hlm 60), menyatakan bahwa “variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.”
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan sebuah variabel mandiri, yaitu teknik penilaian diri dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar. Penjabaran definisi operasional bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai istilah-istilah yang terdapat dalam variabel tersebut. Adapun definisi operasionalnya dapat dijabarkan sebagai berikut :
1.        Teknik
Cara dalam melaksanakan atau mengerjakan suatu kegiatan.
2.        Penilaian diri
Teknik penilaian dengan melibatkan peserta didik untuk menilai diri berkaitan dengan proses pembelajaran dan tingkat pencapaian kompetensi yang telah dipelajari.
3.        Pembelajaran bahasa Inggris
Proses belajar mengajar bahasa yang mencakup empat aspek keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menyimak atau mendengarkan (listening skills), keterampilan berbicara (speaking skills), keterampilan membaca (reading skills) dan keterampilan menulis (writing skills).

METODE PENELITIAN TEKNIK PENILAIAN DIRI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR


C.      Metode Penelitian
Diperlukan suatu metode dalam rangka menjawab setiap rumusan masalah, mengumpulkan data, mengolah serta menganalisis data sehingga tercapailah tujuan penelitian yang diharapkan. Penelitian ini dilaksanakan berbasis pada pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif.
Metode deskriptif merupakan suatu metode yang digunakan untuk mendeskripsikan dan atau menjelaskan suatu kondisi, kejadian atau peristiwa. Sebagaimana dijelaskan oleh Sukmadinata (2012. Hlm 72) bahwasanya “Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang paling dasar. Ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia.”
Adapun penggunaan metode deskriptif pada penelitian ini didasarkan pada bagaimana mengungkap dan mendeskripsikan teknik penilaian diri pada pembelajaran bahasa Inggris di SD Al Muttaqin, sehingga dapat dijadikan sumber referensi implementasi pada pembelajaran serupa untuk kedepannya.

DESAIN PENELITIAN TEKNIK PENILAIAN DIRI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR

B.      Desain Penelitian
Menentukan masalah penelitian merupakan tahap awal penelitian yang akan dijadikan pedoman untuk melasanakan studi pendahuluan. Adapun dalam studi pendahuluan peneliti melaksanakan observasi serta wawancara di tiga sekolah dasar negeri dan satu sekolah dasar swasta berkenaan dengan teknik penilaian dalam pembelajaran bahasa Inggris. Data awal studi pendahuluan dijadikan pedoman untuk merumuskan masalah penelitian dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dengan melaksanakan penelitian. Pada tahap selanjutnya, peneliti menentukan lokasi dan subjek penelitian.
Guna mencapai tujuan penelitian yang diharapkan, peneliti sebagai instrumen penelitian melakukan tiga teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan mengamati teknik guru pada pelaksanaan penilaian diri dalam pembelajaran bahasa Inggris, wawancara bersama guru bahasa Inggris beserta tujuh siswa kelas IIIA, serta pengumpulan dokumen yang berkaitan dengan teknik penilaian diri dalam pembelajaran bahasa Inggris. Proses pengumpulan data berakhir ketika peneliti meninggalkan lokasi penelitian setelah mendapatkan data yang diperlukan serta tidak ditemukan lagi data baru.
Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menyusun fakta-fakta hasil temuan di lapangan guna menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada rumusan masalah. Pada tahap akhir, peneliti menarik kesimpulan dari penelitian yang telah dilaksanakan. Adapun alur penelitian dapat dilihat pada gambar berikut



 

LOKASI DAN SUBJEK PENELITIAN TEKNIK PENILAIAN DIRI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR


BAB III
METODE PENELITIAN

A.      Lokasi dan Subjek Penelitian
1.        Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelas IIIA SD Al Muttaqin Tasikmalaya. SD Al Muttaqin beralamat di jalan Sutisna Senjaya, Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. SD Al Muttaqin merupakan sekolah dasar swasta berbasis full day school, dimana siswa belajar dari pukul 07.30 sampai dengan 15.00 berbeda dengan sekolah dasar pada umumnya.
Adapun pemilihan SD Al Muttaqin dalam penelitian ini, didasarkan pada hal-hal sebagai berikut :
a.         Penelitian terhadap teknik penilaian diri dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas IIIA SD Al Muttaqin belum pernah dilaksanakan sebelumnya.
b.        Guru bidang studi bahasa Inggris di kelas IIIA SD Al Muttaqin terbiasa melaksanakan penilaian diri dalam pembelajaran.
c.         Guru bidang studi bahasa Inggris selaku narasumber bersedia untuk dimintai informasi berkaitan dengan teknik penilaian diri dalam pembelajaran bahasa Inggris.
d.        Pihak sekolah memberikan izin untuk melaksanakan penelitian berkenaan dengan teknik penilaian diri dalam pembelajaran bahasa Inggris.
e.         Ketersediaan dan kelengkapan media yang memadai dalam menunjang serta mendukung optimalisasi pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, peneliti menetapkan SD Al Muttaqin sebagai lokasi penelitian yang tepat untuk membantu tercapainya tujuan penelitian yang dirancang peneliti.
2.        Subjek Penelitian
Berkenaan dengan subjek penelitian, tidak digunakan istilah populasi dalam penelitian berbasis qualitative research. Hal ini dikemukakan oleh Spradley (Sugiyono, 2010. Hlm 297) bahwasanya istilah populasi dalam penelitian kualitatif dinamakan “social situation”.
Lebih lanjut dikemukakan bahwa social situation ini terdiri atas tiga elemen yaitu : tempat (place), pelaku (actors) dan activitas (activity). Ketiga elemen tersebut merupakan bagian-bagian yang berinteraksi secara sinergis menjadi suatu kesatuan yang utuh. Pada penelitian ini, tempat, pelaku dan aktivitas adalah teknik penilaian diri yang dilaksanakan di kelas IIIA SD Al Muttaqin Kota Tasikmalaya.
Dalam penelitian ini, istilah populasi tidak digunakan oleh peneliti dikarenakan penelitian kualitatif bermula dari suatu kasus tertentu pada situasi sosial tertentu pula. Hasil dari penelitian ini, tidak diberlakukan pada populasi melainkan diterapkan di tempat lain berkenaan kasus yang dipelajari pada situasi sosial yang memiliki kesamaan (Sugiyono 2010).
Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah guru bidang studi bahasa Inggris kelas IIIA SD Al Muttaqin. Dalam menetapkan subjek penelitian tersebut, peneliti menggunakan teknik purvosive sampling. Sugiyono (2010. Hlm 300) menjelaskan bahwa
Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan  pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu ini, misalnya orang tersebut yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga memudahkan peneliti menjelajahi objek/situasi sosial yang diteliti.

Sejalan dengan pernyataan Sugiyono, berikut paparan peneliti berkaitan dengan kriteria dalam menetapkan subjek penelitian.
a.         Subjek adalah guru bidang studi bahasa Inggris yang mengajar di kelas IIIA.
b.        Subjek melaksanakan penilaian diri di kelas tersebut.
c.         Subjek mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi